Minggu, 02 Mei 2010

Cerita Badak Kecil

Karya ini dibuat saat akan mengadakan kegiatan ke SD At-Taufiq saat kegiatan FBI dan YABI untuk memperingati ulang tahun SD tersebut. Maka saya meminta kepada Fatkhurrahman A. K alias Pak De untuk membuatkan puisi untuk anak-anak. Selamat menikmati.

aku penghuni belantara sunyi

aku membutuhkan keheningan

untuk berdiam diri.

dengan penciumanku yang tajam

aku menghindari setiap perjumpaan,

tentu saja dangan manusia.

selama ini aku diburu

karena culaku yang mempesona

siapa saja.

kau tahu?

untuk mendapatkan cula itu

tentu saja harus menjeratku

atau menembakku

dan setelah itu

tubuhku tidak bergerak

dan nafasku tersedak.

kau tahu apa yang terjadi setelah itu?

aku makin sulit dicari

aku makin sedikit di bumi,

padahal engkau juga tahu,

kalau aku spesies kunci,

kunci keberadaan kawan-kawanku

ada di ala mini

oleh karena itu

cintailah aku

selamtkanlah aku

badak kecil yang terdesak dan tercampak

Karya : Fatkhurrahman A. K.

18 April 2009

Tentang DKH UKF IPB


Divisi Konservasi Herbivora (DKH) merupakan salah satu divisi yang menjadi motor pergerakan UKF yang khusus mempelajari satwa pemakan tumbuhan. Divisi ini berdiri tepat bersamaan dengan berdirinya UKM UKF IPB pada tanggal 10 November 2003. DKH atau biasa dikenal dengan herbi didirikan karena rasa kepedulian terhadap satwa pemakan tumbuhan yang dimanfaatkan secara berlebihan demi kebutuhan manusia dan kurangnya upaya untuk melestarikannya.
Satwa herbivora memiliki banyak manfaat, yaitu sebagai mangsa bagi beberapa predator dan dimanfaatkan oleh manusia beberapa bagian tubuhnya karena bernilai tinggi. Selain itu, Indonesia memiliki banyak satwa herbivora endemik tetapi terancam keberadaannya. Dengan dibentuknya Divisi Konservasi Herbivora dapat membantu dalam upaya pelestarian fauna di Indonesia.


B. Arti Lambang
Lambang Divisi Bisa dilihat di http:/www.divisikonservasiherbivora.blogspot.com/

1. Badak Sumatera
Mewakili satwaliar herbivora yang telah, sedang, dan terancam kepunahan sehingga harus dilestarikan
2. Belalai Gajah
Menggambarkan kekuatan divisi konservasi herbivora dalam memperjuangkan konservasi
3. Daun Hijau
Menggambarkan daun hijau sebagai makanan/sumber kehidupan satwaliar herbivora
4. Warna Biru
Menggambarkan ketenangan dan kedamaian serta warna air sebagai salah satu unsur atau komponen utama penunjang kehidupan satwa
5. Warna Putih
Menggambarkan kesucian hati dalam memperjuangkan konservasi
6. Bentuk Bulat/Lingkaran
Menggambarkan adanya kesatuan dan hubungan yang bekelanjutan (tidak terputus) serta adanya keseimbangan dalam menerapkan dan memperjuangkan konservasi
7. Tulisan Divisi Konservasi Herbivora
Sebagai identitas dari divisi konservasi

Aku tak Sendiri

Mungkin orang berfikir kita hidup bukan hanya untuk pekerjaan. Tapi yang perlu kita ingat adalah kita punya keluarga, teman, saudara, teman lama, kenalan, dan lain sebagainya. Meraka juga perlu diperhatikan. Apalagi dengan keluarga, sebagai harapan masa depan. Kita perlu merenungi semua itu. Kita harus memahami orang lain, bagaimana kalau diabaikan. Bagaimana kalau dicuekin, tidak ada kasih sayang dan perhatian dari kita.
Mari kita berfikir obyektif dan tetep mempertimbangkan subyektifitas.
• UKF
• Keluarga IKALUM
• Keluarga Manggolo Putro
• Keluarga Fahutan, Manajemen Hutan
• Keluarga IPB
• Teman-teman SD, SMP, & SMP
• Keluarga Darul Ulum, Al-Mubarok
• Teman seperjuangan
• Orang-orang yang telah membantu kita
• Dll
Dari sinilah kita harus mencoba untuk mengatur hidup kita. Manusia adalah makluk sosial. Manusia tidak dapat hidup tanpa orang lain. Jalin komunikasi yang baik kepada semua orang. OK!
Jack Turnell “Kunci dari keberlangsungan hidup kita adalah komunikasi”
Leo Tolstoy “Banyak orang berfikir ingin mengubah dunia, tapi tidak banyak diantara mereka berfikir ingin mengubah diri sendiri”
Man Jadda wa Jadda
“Bekerjalah untuk duniamu seakan akan kamu hidup seribu tahun lagi, beribadahlah untuk agamamu seakan akan kamu mati besok pagi”

Renungan Bersama

Perlu disadari bahwa setiap orang mempunyai karakter yang berbeda-beda, baik dalam cara berperilaku, maupun dalam mengungkapkan suatu pendapat. Namun yang perlu kita sadari, pendapat seseorang perlu kita hargai; jangan langsung dipotong atau menegasikan pendapat tersebut dengan cara-cara yang kurang pantas (keras, argumen pedang¬¬¬¬1). Hal tersebut bisa mematikan argumen seseorang bahkan karakter individu tersebut, akibat dari cara memperlakukan individu tersebut saat berpendapat. Pendapat itu sah-sah saja dalam suatu kepanitiaan, namun harus tetap menjunjung nilai etika dan harus menerima keputusan bersama.
Tiada gading yang tak retak. Dalam suatu kepanitiaan pasti ada suatu permasalahan yang terjadi, baik dari internal maupun eksternal. Permaslahan yang dari internal ini kadang bisa berimbas kepada kegiatan maupun panitia/individu. Hal ini kadang menimbulkan ketidakharmonisan dalam kepanitiaan tersebut. Yang perlu kita sadari adalah bagaimana kita bisa menyikapi masalah tersebut? Jangan sekali-kali mencampuradukkan organisasi dengan kekelurgaan, dalam setiap menyelesaikan sesuatu. Karena tidak semuanya bisa diselesaikan dengan cara organisasi/kelembagaan saja, atau kekeluargaan saja, ataupun dengan keduanya.
Beberapa orang menganggap permaslahan tersebut terjadi karena miss informasi. Tetapi miss informasi ini jika kita pikir-pikir sebenarnya masih sangat umum. Miss komunikasi ini juga bisa disebabkan oleh suatu hal, salah satunya faktor perasaan. Perasaan kadang bisa membuat seseorang menjadi lebih sensitif, terutama saat seseorang sedang berkata atau berperilaku yang menurut pemikiran kita kurang wajar. Namun yang perlu lagi kita pikirkan, dalam suatu organisasi kemahasiswaan terdiri dari berbagai macam karakter individu, baik dari latar belakang budaya maupun agama. Coba kita renungkan bahwa “perbedaan itu indah” jika kita bisa menyadari itu. Bayangkan saja jika semuanya sama, akan seperti apa jadinya. Tapi dengan perbedaan tersebut, kita harus tahu batas-batas toleransi, tenggang rasa maupun etika.
****************************************************************************
Pasti kita sering mendengar pada saat masih di SD atau SMP bahwa budaya bangsa kita, Indonesia adalah Musyawarah dan Gotong-Royong. Tidak disadari bahwa budaya tersebut semakin hari semakin terkikis. Jangan sampai mencoba mengatasi suatu masalah dengan ego. Hal ini akan memicu diri kita untuk selalu sensitif (dalam hal negatif) dalam menyikapi sesuatu (pendapat, masalah, kritikan, dsb). Dalam kepengurusan kami yang hampir seperenambelas windu ini, kami mencoba dengan semaksimal mungkin mencoba untuk menjalankan kepengurusan ini semaksimal ini. Namun pasti ada dibenak teman-teman semua yang kurang puas atau bahkan tidak puas denan kepengurusan ini. Jalan panjang nan lebih terjal siap menunggu. Tapi ingat hal tersebut bukanlah hambatan, akan tetapi adalah sebuah tantangan yang akan membuat kita menjadi manusia yang lebih baik dan bermartabat.
Teman-teman semua, apa yang dikatakan dalam tulisan ini hanya pendapat dari beberapa orang. Tidak semua apa yang dikatakan ini benar menurut teman-teman. Jadi kita harus bisa bersikap, mana yang menurut nurani kita baik. Karena nurani tidak pernah bohong. Mari intropeksi diri bersama-sama demi kebaikan bersama. Marilah kita bersama-sama berbenah diri untuk kebaikan. Selalu menjadi orang yang berguna bagi orang lain. Tidak ada yang bisa mengubah diri kita selain kita sendiri. Dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran, dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.